Cerita Kelas IX-C
Di sebuah kelas yang selalu penuh warna, suasana biasanya dimulai dengan harapan akan pelajaran yang lancar. Namun, kenyataannya sering berbeda. Kelas itu berisik, penuh suara tawa, obrolan, dan terkadang saling goda antar teman. Seolah kelas itu wadah pasar kecil setiap harinya. Apa pun yang terjadi, hampir setiap hari selalu ada yang tidak masuk. At least ada satu atau dua orang yang tidak masuk, banyaknya telat. Yang tidak maksud rata-rata sakit, padahal dari banyaknya yang sakit itu, pasti ada yang izinnya sakit tapi sebenarnya izin, atau sakit M(Malas). Karena kebanyakan tidak mau masuk sekolah jika alasannya sakit, apalagi di hari senin, selasa, dan rabu. Karena yang ada dikomentari oleh wali kelas dan akan ditanyakan pada pelajaran wali kelas di minggu selanjutnya.
Setiap kali guru meninggalkan kelas karena ada urusan sebentar, keributan langsung tak terhindarkan. Ada yang langsung berjalan-jalan keliling kelas tanpa tujuan, ada yang langsung berdiri di depan kelas entah melakukan apa, ada yang mulai mengobrol, dan ada juga menonton film drama, biasanya drama korea dan drama china. Suara makin keras, sampai sekelompok orang tidak tahan dan mulai cekcok sehingga membuat kekacauan. Di tambah lagi dengan ketua kelas yang bukannya menenangkan, ia malah ikut cekcok bersama, dan akhirnya guru kembali ke kelas untuk mengembalikan ketenangan dan menjadi penengah.
Kondisi kelas yang berisik ini sebenarnya jadi momok tersendiri bagi guru dan murid yang ingin belajar fokus. Walau terkadang membuat frustasi, kebisingan ini juga menandakan kehidupan yang dinamis di dalam kelas.
Komentar
Posting Komentar